Firm Updates 28 September 2026

Lawyer Intellectual Property | Pengacara Kekayaan Intelektual

Lawyer Intellectual Property | Pengacara Kekayaan Intelektual

Author(s)

-401-

Article Contributor

View Profile →

Lawyer Intellectual Property | Pengacara Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual merupakan bagian penting dari nilai dan aset suatu bisnis. Merek yang dikenal konsumen, desain produk, karya kreatif, konten digital, teknologi, hingga inovasi yang dikembangkan melalui riset dapat memiliki nilai ekonomi sekaligus menimbulkan risiko hukum apabila tidak dikelola dengan tepat.

Karena itu, perlindungan kekayaan intelektual tidak hanya berkaitan dengan pendaftaran HKI, tetapi juga mencakup strategi kepemilikan, penggunaan, lisensi, komersialisasi, pengalihan hak, hingga penanganan pelanggaran dan sengketa.

Sebagai lawyer intellectual property, Dorna Legal memberikan pendampingan hukum bagi perusahaan, pelaku usaha, kreator, inventor, pemilik merek, maupun organisasi dalam mengidentifikasi, melindungi, mengelola, dan menegakkan hak atas kekayaan intelektual.

Apa Itu Kekayaan Intelektual?

Kekayaan intelektual adalah hak yang timbul dari hasil olah pikir manusia yang memiliki nilai ekonomi atau manfaat tertentu dan memperoleh pelindungan berdasarkan hukum.

Dalam praktiknya, kekayaan intelektual mencakup beberapa rezim pelindungan, antara lain:

·      Merek dan Indikasi Geografis;

·      Hak Cipta dan Hak Terkait;

·      Paten;

·      Desain Industri;

·      Rahasia Dagang;

·      Desain Tata Letak Sirkuit Terpadu (DTLST); dan

·      Perlindungan Varietas Tanaman.

DJKI juga mengelompokkan bidang kekayaan intelektual dalam beberapa kategori tersebut, termasuk merek, paten, hak cipta, desain industri, serta DTLST dan rahasia dagang.

Masing-masing rezim memiliki karakteristik, persyaratan, jangka waktu, serta mekanisme perlindungan yang berbeda. Karena itu, strategi hukum untuk suatu merek tidak selalu dapat diterapkan terhadap hak cipta, paten, atau bentuk kekayaan intelektual lainnya.

Mengapa Perlindungan Kekayaan Intelektual Penting bagi Bisnis?

Bagi perusahaan, kekayaan intelektual tidak selalu hanya merupakan persoalan administratif. Kekayaan intelektual dapat menjadi bagian dari aset dan strategi komersial perusahaan.

Misalnya, sebuah perusahaan dapat memiliki:

·      merek yang digunakan untuk memasarkan produk;

·      logo dan identitas visual;

·      foto, video, artikel, desain, dan materi pemasaran;

·      software atau aplikasi;

·      teknologi atau inovasi tertentu;

·      desain produk dan kemasan;

·      database dan informasi bisnis tertentu;

·      rahasia dagang;

·      karya yang dibuat oleh karyawan atau vendor; dan

·      hak kekayaan intelektual yang diperoleh berdasarkan lisensi.

Tanpa pengaturan kepemilikan dan penggunaan yang jelas, perusahaan dapat menghadapi persoalan seperti sengketa kepemilikan, penggunaan tanpa izin, klaim dari pihak lain, pelanggaran merek, penggunaan karya tanpa izin, atau perselisihan mengenai hak ekonomi atas suatu karya.

Oleh karena itu, perlindungan kekayaan intelektual idealnya menjadi bagian dari legal risk management perusahaan sejak awal, bukan hanya dilakukan setelah terjadi pelanggaran.

Apa yang Dilakukan Lawyer Intellectual Property?

Peran lawyer intellectual property tidak terbatas pada membantu proses pendaftaran kekayaan intelektual. Pendampingan hukum dapat mencakup seluruh siklus pengelolaan kekayaan intelektual, mulai dari identifikasi aset hingga penyelesaian sengketa.

1. Audit dan Identifikasi Kekayaan Intelektual

Langkah pertama adalah mengidentifikasi aset kekayaan intelektual yang dimiliki atau digunakan oleh klien.

Dalam suatu perusahaan, misalnya, diperlukan pemetaan terhadap:

·      merek dan nama dagang;

·      logo;

·      konten dan materi kreatif;

·      desain produk;

·      teknologi;

·      software;

·      database;

·      informasi rahasia;

·      hasil penelitian dan pengembangan; dan

·      kekayaan intelektual yang dibuat oleh karyawan, freelancer, atau vendor.

Pemetaan ini membantu menentukan jenis pelindungan hukum yang relevan serta siapa yang secara hukum berhak atas aset tersebut.

2. Pendaftaran dan Perlindungan Kekayaan Intelektual

Dorna Legal dapat memberikan pendampingan hukum dalam proses perlindungan dan pendaftaran kekayaan intelektual, termasuk:

·      pendaftaran merek;

·      pendaftaran hak cipta;

·      permohonan paten;

·      desain industri;

·      rahasia dagang;

·      lisensi dan pencatatan lisensi; serta

·      bentuk kekayaan intelektual lainnya sesuai kebutuhan klien.

Untuk merek, misalnya, regulasi mengenai pendaftaran saat ini mengacu antara lain pada Permenkum No. 5 Tahun 2026, yang menggantikan Permenkumham No. 67 Tahun 2016 beserta perubahannya. DJKI menyatakan bahwa regulasi tersebut juga membawa perubahan dalam proses administrasi dan pemeriksaan substantif merek.

Sementara itu, permohonan paten saat ini juga diatur dalam Permenkum No. 6 Tahun 2026 tentang Permohonan Paten. DJKI menjelaskan bahwa regulasi tersebut mengatur antara lain tahapan pelayanan dan batas waktu dalam proses permohonan paten.

3. Legal Review dan Drafting Perjanjian Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual sering kali menjadi objek atau bagian penting dari suatu perjanjian.

Dorna Legal dapat memberikan pendampingan dalam penyusunan maupun review perjanjian yang berkaitan dengan:

·      perjanjian lisensi;

·      assignment atau pengalihan hak;

·      perjanjian penggunaan merek;

·      perjanjian distribusi;

·      franchise agreement;

·      endorsement agreement;

·      production agreement;

·      publishing agreement;

·      content creation agreement;

·      software development agreement;

·      technology transfer agreement;

·      confidentiality agreement; dan

·      perjanjian komersial lainnya yang berkaitan dengan kekayaan intelektual.

Pengaturan kontraktual perlu memperjelas setidaknya siapa pemilik hak, hak apa yang diberikan, ruang lingkup penggunaan, wilayah, jangka waktu, eksklusivitas, royalti, batasan penggunaan, serta konsekuensi apabila terjadi pelanggaran.

4. Lisensi dan Komersialisasi Kekayaan Intelektual

Kekayaan intelektual dapat memiliki nilai ekonomi ketika dimanfaatkan secara komersial.

Pemilik kekayaan intelektual dapat memberikan hak penggunaan kepada pihak lain melalui skema lisensi. Dalam konteks tertentu, perjanjian lisensi juga perlu dicatatkan sesuai ketentuan yang berlaku. DJKI mencatat PP No. 36 Tahun 2018 tentang Pencatatan Perjanjian Lisensi Kekayaan Intelektual sebagai salah satu regulasi terkait.

Dalam praktiknya, lawyer perlu membantu memastikan bahwa struktur lisensi sesuai dengan kepentingan bisnis, termasuk mengenai:

·      lingkup lisensi;

·      eksklusivitas;

·      wilayah penggunaan;

·      jangka waktu;

·      royalti;

·      penggunaan oleh sub-licensee;

·      standar penggunaan merek atau karya;

·      kewajiban pelaporan;

·      audit;

·      pelanggaran;

·      termination; dan

·      kepemilikan setelah perjanjian berakhir.

5. Penanganan Pelanggaran Kekayaan Intelektual

Pelanggaran kekayaan intelektual dapat terjadi dalam berbagai bentuk.

Contohnya:

·      penggunaan merek tanpa izin;

·      penggunaan merek yang memiliki persamaan dengan merek pihak lain;

·      reproduksi atau distribusi karya tanpa izin;

·      penggunaan foto, video, musik, software, atau konten secara tidak sah;

·      penggunaan desain produk tanpa izin;

·      penggunaan teknologi yang dilindungi paten;

·      pengungkapan informasi yang merupakan rahasia dagang; atau

·      pelanggaran terhadap ketentuan lisensi.

Penanganan tidak selalu harus langsung dilakukan melalui gugatan. Strategi dapat dimulai dari legal assessment, preservation of evidence, cease-and-desist letter, negosiasi, mediasi, atau mekanisme penyelesaian sengketa lainnya, dengan litigasi ditempuh apabila diperlukan.

Untuk hak cipta, misalnya, UU No. 28 Tahun 2014 mengatur mekanisme penyelesaian sengketa melalui mediasi, arbitrase, atau pengadilan serta memberikan pengaturan mengenai hak ekonomi dan royalti.

Lawyer Merek, Hak Cipta, dan Paten

Setiap jenis kekayaan intelektual memiliki karakteristik yang berbeda sehingga pendekatan hukumnya juga berbeda.

Lawyer Merek

Pengacara merek dapat membantu klien dalam melakukan pemeriksaan dan strategi pendaftaran merek, review risiko, perlindungan merek, lisensi, hingga penanganan sengketa merek.

Hal ini penting karena merek tidak hanya berfungsi sebagai identitas produk atau jasa, tetapi juga dapat menjadi bagian dari goodwill dan nilai komersial suatu bisnis.

Pengacara Hak Cipta

Pengacara hak cipta dapat memberikan pendampingan terkait karya seperti tulisan, fotografi, musik, film, video, desain, software, dan berbagai karya lainnya.

Dalam industri kreatif dan digital, persoalan hak cipta juga dapat muncul dalam hubungan antara creator, production house, agency, platform, brand, publisher, dan pihak lainnya.

Karena itu, kepemilikan hak serta hak untuk menggunakan, memperbanyak, mengumumkan, mendistribusikan, atau mengomersialkan suatu karya perlu diperhatikan sejak tahap kontrak.

Pengacara Paten

Pengacara paten dapat membantu perusahaan maupun inventor dalam aspek hukum terkait inovasi dan teknologi, termasuk strategi perlindungan, kontrak, lisensi, serta penanganan sengketa.

Regulasi paten di Indonesia antara lain mencakup UU No. 13 Tahun 2016 tentang Paten yang telah mengalami perubahan, termasuk melalui UU No. 65 Tahun 2024.

Kekayaan Intelektual dalam Kontrak dengan Karyawan dan Vendor

Salah satu persoalan yang sering terlewat adalah menentukan siapa yang memiliki hak atas kekayaan intelektual yang dibuat dalam hubungan kerja atau hubungan jasa.

Contohnya:

Sebuah perusahaan menunjuk vendor untuk membuat video promosi. Setelah proyek selesai, perusahaan menganggap seluruh hak atas video tersebut menjadi milik perusahaan. Namun, kontraknya hanya mengatur kewajiban vendor untuk menyerahkan hasil pekerjaan tanpa mengatur secara jelas mengenai kepemilikan dan hak penggunaan.

Situasi tersebut dapat menimbulkan pertanyaan mengenai siapa yang memiliki hak, hak apa yang dialihkan, dan sejauh mana perusahaan dapat menggunakan hasil pekerjaan tersebut.

Karena itu, klausul mengenai intellectual property sebaiknya dirancang secara spesifik, termasuk mengenai:

·      ownership;

·      assignment;

·      licence;

·      permitted use;

·      moral rights;

·      commercial exploitation;

·      third-party materials;

·      warranties;

·      indemnification; dan

·      kewajiban setelah kontrak berakhir.

Kekayaan Intelektual dalam Industri Digital dan Kreatif

Perkembangan ekonomi digital membuat kekayaan intelektual semakin relevan bagi berbagai jenis bisnis.

Startup, perusahaan teknologi, media, brand, agency, creator, production house, dan platform digital dapat memiliki berbagai bentuk aset kekayaan intelektual dalam kegiatan sehari-hari.

Karena itu, strategi intellectual property law perlu disesuaikan dengan model bisnis dan cara suatu perusahaan menghasilkan serta memonetisasi asetnya.

Penyelesaian Sengketa Kekayaan Intelektual

Ketika terjadi sengketa, langkah pertama bukan sekadar menentukan apakah suatu pihak “melanggar” atau tidak. Diperlukan analisis terhadap:

1.    hak yang dimiliki oleh masing-masing pihak;

2.    dasar perolehan hak;

3.    status pendaftaran atau pencatatan;

4.    ruang lingkup hak;

5.    tindakan yang dilakukan pihak lain;

6.    bukti kepemilikan dan penggunaan;

7.    ketentuan kontrak yang relevan;

8.    kerugian yang timbul; dan

9.    forum serta mekanisme penyelesaian sengketa yang tersedia.

Berdasarkan hasil analisis tersebut, strategi dapat diarahkan pada negosiasi, mediasi, somasi, mekanisme administratif, atau proses litigasi sesuai karakter sengketanya.

Layanan Intellectual Property Dorna Legal

Dorna Legal memberikan layanan hukum kekayaan intelektual yang mencakup aspek preventif, transaksional, dan dispute resolution.

Layanan tersebut antara lain:

·      Legal audit dan IP portfolio review;

·      Strategi perlindungan kekayaan intelektual;

·      Pendaftaran dan perlindungan merek;

·      Hak cipta;

·      Paten;

·      Desain industri;

·      Rahasia dagang;

·      Lisensi dan pengalihan hak;

·      Review dan drafting IP agreement;

·      Intellectual property due diligence;

·      Perlindungan IP dalam employment dan commercial agreements;

·      Penanganan pelanggaran kekayaan intelektual;

·      Negosiasi dan penyelesaian sengketa;

·      Mediasi;

·      Litigasi kekayaan intelektual; dan

·      Pendampingan hukum untuk transaksi dan komersialisasi kekayaan intelektual.

Pendekatan Dorna Legal tidak hanya berfokus pada memperoleh perlindungan formal, tetapi juga pada bagaimana kekayaan intelektual tersebut dapat dikelola, digunakan, dilisensikan, dan dikomersialkan secara tepat sesuai kebutuhan bisnis.

Kapan Anda Membutuhkan Lawyer Intellectual Property?

Anda dapat mempertimbangkan pendampingan lawyer intellectual property apabila:

·      akan meluncurkan merek atau produk baru;

·      ingin mendaftarkan merek;

·      memiliki karya yang akan dikomersialkan;

·      mengembangkan teknologi atau inovasi;

·      bekerja sama dengan creator atau vendor;

·      akan memberikan atau menerima lisensi;

·      akan mengalihkan kekayaan intelektual;

·      menemukan pihak lain menggunakan merek atau karya tanpa izin;

·      menerima somasi terkait dugaan pelanggaran HKI;

·      menghadapi sengketa kepemilikan IP; atau

·      sedang melakukan investasi, akuisisi, atau transaksi yang melibatkan aset kekayaan intelektual.

Pendampingan hukum sejak tahap awal dapat membantu mengidentifikasi risiko sebelum suatu aset atau transaksi menimbulkan persoalan hukum yang lebih besar.

 

FAQ:

Apa itu lawyer intellectual property?

Lawyer intellectual property adalah advokat atau pengacara yang memberikan pendampingan hukum terkait kekayaan intelektual, termasuk perlindungan, pendaftaran, kontrak, lisensi, komersialisasi, penegakan hak, dan penyelesaian sengketa.

Apa perbedaan lawyer intellectual property dan konsultan HKI?

Keduanya dapat memiliki fungsi yang berbeda tergantung layanan yang diberikan. Lawyer/pengacara dapat memberikan jasa hukum dan pendampingan dalam aspek hukum serta penyelesaian sengketa sesuai kewenangannya. Sementara itu, konsultan kekayaan intelektual memiliki fungsi dan ruang lingkup profesi tersendiri dalam sistem kekayaan intelektual Indonesia.

Apakah semua kekayaan intelektual harus didaftarkan?

Tidak semua bentuk kekayaan intelektual memiliki mekanisme perlindungan yang sama. Karena masing-masing rezim memiliki karakteristik berbeda, perlu dilihat jenis aset dan dasar pelindungannya. Untuk merek dan paten, misalnya, terdapat mekanisme permohonan pendaftaran yang berbeda dengan hak cipta.

Apakah saya membutuhkan pengacara untuk mendaftarkan merek?

Tidak selalu. Namun, pendampingan pengacara merek dapat membantu terutama apabila terdapat risiko hukum, banyak kelas barang/jasa, struktur kepemilikan yang kompleks, potensi konflik dengan merek lain, atau kebutuhan untuk mengembangkan strategi perlindungan merek secara lebih luas.

Berapa biaya jasa pengacara kekayaan intelektual?

Biaya jasa lawyer kekayaan intelektual bergantung pada jenis pekerjaan, kompleksitas aset, jumlah kekayaan intelektual, jumlah perjanjian, kebutuhan pencarian atau pemeriksaan, serta apakah pekerjaan mencakup penyelesaian sengketa. Dorna Legal dapat menyesuaikan skema layanan berdasarkan kebutuhan dan ruang lingkup pekerjaan.

Apakah lawyer intellectual property dapat menangani sengketa merek?

Ya. Pendampingan dapat mencakup analisis sengketa, penyusunan somasi atau tanggapan, negosiasi, mediasi, serta proses penyelesaian sengketa melalui forum yang relevan.

Apakah konten media sosial juga dapat memperoleh perlindungan hak cipta?

Konten tertentu dapat memperoleh pelindungan hak cipta apabila memenuhi persyaratan yang ditentukan oleh peraturan perundang-undangan. Karena itu, perlu dilihat jenis karya, pencipta atau pemegang hak, serta bagaimana karya tersebut dibuat dan digunakan. UU No. 28 Tahun 2014 merupakan salah satu dasar hukum utama mengenai hak cipta di Indonesia.

Bagaimana jika karya dibuat oleh freelancer atau vendor?

Perjanjian sebaiknya secara jelas mengatur mengenai kepemilikan, pengalihan, atau pemberian lisensi atas hak kekayaan intelektual yang timbul dari pekerjaan tersebut. Pengaturan yang tidak jelas dapat menimbulkan perbedaan pemahaman mengenai siapa yang berhak menggunakan atau mengomersialkan hasil pekerjaan.

Apakah kekayaan intelektual dapat dilisensikan?

Ya. Kekayaan intelektual tertentu dapat dimanfaatkan melalui lisensi. Perjanjian lisensi sebaiknya mengatur secara jelas mengenai ruang lingkup hak, wilayah, jangka waktu, eksklusivitas, royalti, penggunaan oleh pihak lain, dan konsekuensi pelanggaran. Pencatatan perjanjian lisensi juga memiliki dasar pengaturan tersendiri.

Mengapa perusahaan membutuhkan perlindungan kekayaan intelektual?

Karena kekayaan intelektual dapat menjadi bagian dari aset, identitas, teknologi, dan sumber pendapatan perusahaan. Perlindungan yang tepat dapat membantu perusahaan mengendalikan penggunaan aset tersebut sekaligus mengurangi risiko sengketa dan penggunaan tanpa hak.

Konsultasikan Kebutuhan Intellectual Property Anda kepada Dorna Legal

Kekayaan intelektual bukan hanya mengenai pendaftaran. Perlindungan yang efektif perlu mempertimbangkan kepemilikan, penggunaan, kontrak, lisensi, komersialisasi, dan penegakan hak secara menyeluruh.

Dorna Legal memberikan layanan intellectual property law untuk membantu perusahaan, pelaku usaha, kreator, inventor, dan pemilik kekayaan intelektual memahami posisi hukumnya serta menyusun strategi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis.

 

Konsultasikan kebutuhan hukum kekayaan intelektual Anda dan temukan strategi terbaik bersama Dorna Legal.