Firm Updates 29 September 2026

Pendaftaran Merek: Syarat, Prosedur, Biaya, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Pendaftaran Merek: Syarat, Prosedur, Biaya, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Author(s)

Business Development Team

Paralegal

View Profile →

Pendaftaran Merek: Syarat, Prosedur, Biaya, dan Hal yang Perlu Diperhatikan

Merek merupakan salah satu aset penting bagi bisnis. Nama, logo, simbol, atau kombinasi unsur tertentu yang digunakan untuk membedakan produk atau jasa dari produk atau jasa milik pihak lain dapat memiliki nilai ekonomi yang signifikan seiring berkembangnya usaha.

Karena itu, pendaftaran merek menjadi salah satu langkah penting untuk memberikan perlindungan hukum terhadap identitas bisnis. Pendaftaran merek di Indonesia dilakukan melalui Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementerian Hukum.

Namun, mendaftarkan merek tidak hanya berkaitan dengan mengisi formulir dan membayar biaya pendaftaran. Pemohon perlu memastikan bahwa merek yang dipilih memenuhi persyaratan hukum, belum memiliki hambatan pendaftaran, serta didaftarkan pada kelas barang dan/atau jasa yang tepat.

Lantas, bagaimana cara pendaftaran merek, berapa biayanya, dan apa saja yang perlu diperhatikan sebelum mengajukan permohonan?

Apa Itu Pendaftaran Merek?

Pendaftaran merek adalah proses permohonan untuk memperoleh pelindungan hukum atas merek melalui sistem administrasi kekayaan intelektual yang diselenggarakan oleh DJKI.

Indonesia menerapkan sistem first to file dalam pendaftaran merek. Artinya, pihak yang terlebih dahulu mengajukan permohonan pendaftaran merek pada prinsipnya memiliki posisi penting dalam memperoleh hak atas merek tersebut, sepanjang permohonannya memenuhi persyaratan dan tidak terdapat alasan penolakan berdasarkan ketentuan hukum.

Dengan demikian, menggunakan suatu merek dalam kegiatan usaha belum tentu memberikan perlindungan yang sama dengan memiliki merek yang telah terdaftar.

Mengapa Pendaftaran Merek Penting bagi Bisnis?

Pendaftaran merek bukan sekadar formalitas administratif. Bagi pelaku usaha, merek terdaftar dapat menjadi bagian dari strategi perlindungan dan pengembangan aset bisnis.

Beberapa alasan penting untuk melakukan pendaftaran merek antara lain:

1. Memberikan perlindungan hukum terhadap merek

Merek yang telah terdaftar memperoleh perlindungan hukum untuk jangka waktu tertentu. Perlindungan tersebut memberikan dasar hukum bagi pemilik merek untuk menggunakan dan mempertahankan haknya terhadap penggunaan merek oleh pihak lain yang tidak berhak.

2. Mengurangi risiko penggunaan merek oleh pihak lain

Tanpa melakukan pendaftaran, pelaku usaha dapat menghadapi risiko ketika pihak lain lebih dahulu mendaftarkan merek yang sama atau memiliki persamaan pada pokoknya.

Kondisi tersebut dapat menimbulkan persoalan hukum, termasuk potensi sengketa merek dan kebutuhan untuk mengubah identitas bisnis yang telah dibangun.

3. Meningkatkan nilai aset bisnis

Merek dapat memiliki nilai ekonomi dan menjadi bagian dari aset kekayaan intelektual suatu perusahaan.

Merek yang telah terdaftar juga dapat menjadi bagian dari strategi bisnis, termasuk dalam pengembangan usaha, kerja sama komersial, lisensi, atau transaksi korporasi.

4. Memberikan kepastian bagi pengembangan bisnis

Semakin besar suatu bisnis berkembang, semakin besar pula nilai identitas merek yang dibangun.

Melakukan pendaftaran merek dagang atau merek jasa sejak awal dapat membantu memberikan landasan perlindungan ketika bisnis memperluas produk, wilayah pemasaran, maupun kerja sama komersial.

Apa Saja yang Dapat Didaftarkan sebagai Merek?

Pada dasarnya, merek digunakan sebagai tanda untuk membedakan barang dan/atau jasa yang diproduksi atau disediakan oleh seseorang atau badan hukum dengan barang dan/atau jasa pihak lain.

Dalam praktiknya, merek dapat berupa unsur seperti nama, kata, logo, gambar, huruf, angka, susunan warna, bentuk dua dimensi atau tiga dimensi, suara, hologram, atau kombinasi dari unsur-unsur tersebut, sepanjang memenuhi ketentuan yang berlaku.

Namun, tidak setiap tanda dapat didaftarkan sebagai merek.

Salah satu hal penting yang harus diperiksa adalah apakah merek tersebut memiliki daya pembeda dan apakah terdapat alasan hukum yang menyebabkan permohonannya tidak dapat didaftarkan atau harus ditolak.

Syarat Pendaftaran Merek

Secara administratif, syarat pendaftaran merek antara lain meliputi data pemohon, etiket atau label merek, serta dokumen pendukung sesuai dengan jenis pemohon dan permohonan yang diajukan.

Untuk permohonan yang diajukan oleh Usaha Mikro dan Usaha Kecil (UMK), terdapat dokumen tambahan yang berkaitan dengan status UMK sesuai ketentuan yang berlaku.

Sebelum mengajukan permohonan, pemohon sebaiknya tidak hanya memperhatikan kelengkapan dokumen. Pemeriksaan awal terhadap merek juga penting untuk mengetahui apakah terdapat potensi hambatan pendaftaran.

Cara Pendaftaran Merek

Saat ini, pendaftaran merek online dapat dilakukan melalui sistem elektronik DJKI.

Secara umum, cara daftar merek melalui sistem tersebut meliputi tahapan berikut:

1.    Membuat akun pada sistem pendaftaran merek DJKI.

2.    Login ke akun pemohon.

3.    Memilih menu permohonan online.

4.    Mengisi data pemohon.

5.    Mengisi data merek.

6.    Menentukan kelas serta jenis barang dan/atau jasa.

7.    Mengunggah dokumen persyaratan.

8.    Membuat kode billing dan melakukan pembayaran PNBP.

9.    Memeriksa kembali data dan dokumen permohonan.

10. Menyelesaikan pengajuan dan mengunduh tanda terima permohonan.

Walaupun proses daftar merek online relatif mudah dilakukan, pemilihan merek dan kelas barang/jasa tetap perlu diperhatikan sejak awal karena kesalahan pada tahap permohonan dapat memengaruhi ruang lingkup perlindungan yang diperoleh.

Pentingnya Memilih Kelas Merek yang Tepat

Salah satu bagian penting dalam pendaftaran merek adalah menentukan kelas barang dan/atau jasa.

Indonesia menggunakan Nice Classification, yang membagi barang dan jasa ke dalam 45 kelas. Kelas 1 sampai dengan 34 mencakup barang, sedangkan kelas 35 sampai dengan 45 mencakup jasa.

Contohnya, bisnis pakaian, kosmetik, makanan, aplikasi, restoran, jasa pendidikan, dan jasa konsultasi dapat berada pada kelas yang berbeda.

Pemohon juga dapat mengajukan satu merek untuk lebih dari satu kelas apabila kebutuhan perlindungannya mencakup beberapa jenis barang dan/atau jasa.

Namun, memilih kelas tidak cukup hanya dengan melihat kategori usaha secara umum. Jenis barang atau jasa yang secara nyata diproduksi atau diberikan oleh bisnis perlu diperhatikan agar ruang lingkup perlindungan merek sesuai dengan kegiatan usaha.

Kesalahan dalam menentukan kelas dapat menyebabkan perlindungan merek tidak mencakup seluruh aktivitas bisnis yang sebenarnya ingin dilindungi.

Apakah Satu Merek Bisa Didaftarkan untuk Beberapa Kelas?

Ya. Satu permohonan merek dapat mencakup lebih dari satu kelas barang dan/atau jasa.

Namun, biaya pendaftaran pada dasarnya dihitung per kelas. Karena itu, semakin banyak kelas yang diajukan, semakin besar pula biaya PNBP yang harus dibayarkan.

Penentuan multi-kelas sebaiknya dilakukan berdasarkan kebutuhan perlindungan dan rencana bisnis, bukan semata-mata dengan mendaftarkan sebanyak mungkin kelas.

Berapa Biaya Pendaftaran Merek?

Biaya pendaftaran merek ditetapkan berdasarkan jumlah kelas dan kategori pemohon.

Berdasarkan tarif PNBP yang tercantum pada informasi DJKI, biaya permohonan pendaftaran merek adalah:

·      Umum                            : Rp1.800.000 per kelas

·      UMK                              : Rp500.000

·      Lembaga Pendidikan       : Rp500.000

·      Lembaga Penelitian         : Rp500.000

Dengan demikian, apabila suatu pemohon umum mengajukan satu merek dalam dua kelas, biaya PNBP pendaftaran dihitung berdasarkan dua kelas.

Perlu diperhatikan bahwa biaya tersebut merupakan PNBP untuk permohonan pendaftaran merek. Apabila pemohon menggunakan jasa profesional seperti konsultan kekayaan intelektual atau lawyer, biaya jasa profesional tersebut merupakan komponen terpisah.

Berapa Lama Proses Pendaftaran Merek?

Pendaftaran merek tidak langsung menghasilkan sertifikat setelah permohonan diajukan.

Permohonan harus melalui tahapan pemeriksaan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk pemeriksaan terhadap persyaratan dan aspek substantif merek.

Pada 2026, DJKI menyampaikan adanya penyederhanaan proses pemeriksaan merek. Pemeriksaan substantif dapat berlangsung dalam jangka waktu 30 hari dan dapat mencapai maksimal 90 hari kalender apabila terdapat usul penolakan, sementara keseluruhan proses pemeriksaan disebut dapat diselesaikan maksimal enam bulan.

Karena itu, pemohon sebaiknya tidak menganggap pendaftaran merek online sebagai proses yang otomatis selesai segera setelah pembayaran dilakukan.

Apa yang Menyebabkan Merek Ditolak?

Salah satu kesalahan yang sering terjadi adalah menganggap bahwa selama sebuah nama belum ditemukan secara identik dalam pencarian sederhana, merek tersebut pasti dapat didaftarkan.

Padahal, pemeriksaan merek tidak hanya melihat apakah terdapat merek dengan nama yang sama persis.

Permohonan dapat menghadapi hambatan apabila, antara lain, merek:

·      tidak memiliki daya pembeda;

·      menggunakan unsur yang tidak dapat didaftarkan berdasarkan ketentuan hukum;

·      memiliki persamaan pada pokoknya atau keseluruhannya dengan merek terdaftar atau merek yang telah dimohonkan lebih dahulu untuk barang dan/atau jasa yang sejenis;

·      memiliki unsur yang dapat menyesatkan masyarakat;

·      atau memenuhi alasan penolakan lainnya berdasarkan peraturan perundang-undangan.

Karena itu, cek merek sebelum mengajukan permohonan merupakan langkah yang penting.

Apa Itu Cek Merek?

Cek merek atau pengecekan merek merupakan proses penelusuran terhadap merek yang telah terdaftar atau sedang dalam proses permohonan untuk mengidentifikasi potensi konflik dengan merek yang akan didaftarkan.

Pengecekan sebaiknya tidak hanya dilakukan berdasarkan kesamaan kata secara persis.

Penelusuran juga perlu mempertimbangkan kemungkinan persamaan pada pokoknya, jenis barang atau jasa, kelas, unsur dominan, serta faktor relevan lainnya.

Dengan demikian, hasil pencarian yang menunjukkan tidak adanya nama yang identik belum tentu berarti bahwa merek tersebut bebas dari risiko penolakan.

Apakah Merek yang Sama Pasti Tidak Bisa Didaftarkan?

Tidak selalu.

Penilaian terhadap suatu permohonan merek tidak hanya bergantung pada kesamaan nama, tetapi juga mempertimbangkan barang dan/atau jasa serta faktor hukum lainnya.

DJKI menjelaskan bahwa klasifikasi kelas merek merupakan alat bantu administratif dan penilaian apakah barang atau jasa tergolong sejenis tidak semata-mata ditentukan berdasarkan nomor kelas. Faktor seperti sifat barang, tujuan penggunaan, metode penggunaan, saluran distribusi, komplementaritas, tingkat persaingan, dan konsumen yang relevan dapat menjadi pertimbangan.

Karena itu, analisis merek sebaiknya dilakukan secara substantif, bukan hanya melalui pencarian kata kunci.

Berapa Lama Perlindungan Merek Terdaftar?

Merek terdaftar memperoleh perlindungan hukum selama 10 tahun sejak tanggal penerimaan permohonan pendaftaran merek.

Perlindungan tersebut dapat diperpanjang sesuai ketentuan yang berlaku.

Pemilik merek perlu memperhatikan masa perlindungan tersebut agar hak atas merek dapat tetap dipertahankan dan tidak terlewatkan batas waktu perpanjangannya.

Pendaftaran Merek untuk UMKM

Bagi UMKM, merek sering kali menjadi salah satu aset penting karena menjadi identitas yang digunakan untuk membangun reputasi dan loyalitas konsumen.

DJKI memberikan tarif khusus bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil untuk permohonan pendaftaran merek. Selain itu, pada 2026 terdapat penyederhanaan pilihan dokumen pembuktian untuk pemohon UMK berdasarkan Permenkum No. 5 Tahun 2026.

Dengan demikian, pelaku UMKM dapat mempertimbangkan pendaftaran merek sejak tahap awal pengembangan usaha, terutama sebelum melakukan ekspansi pemasaran atau investasi yang signifikan pada suatu nama dan identitas merek.

Apakah Perlu Menggunakan Lawyer atau Konsultan untuk Pendaftaran Merek?

Permohonan merek dapat diajukan secara mandiri melalui sistem DJKI. Namun, penggunaan jasa profesional dapat dipertimbangkan apabila merek memiliki nilai komersial yang signifikan, memiliki beberapa kelas, atau terdapat potensi konflik dengan merek pihak lain.

Dalam praktiknya, bantuan profesional dapat mencakup:

·      penelusuran dan analisis merek sebelum pendaftaran;

·      analisis potensi persamaan dengan merek lain;

·      penentuan kelas barang dan/atau jasa;

·      penyusunan strategi pendaftaran;

·      pengajuan permohonan;

·      pemantauan proses pemeriksaan;

·      penanganan keberatan atau penolakan;

·      hingga pendampingan dalam sengketa merek apabila diperlukan.

Dengan demikian, jasa pendaftaran merek tidak semata-mata berkaitan dengan mengisi formulir permohonan, tetapi dapat mencakup strategi perlindungan merek secara lebih menyeluruh.

Kesalahan yang Perlu Dihindari dalam Pendaftaran Merek

Beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari sebelum melakukan pendaftaran merek antara lain:

1. Tidak melakukan pengecekan merek terlebih dahulu

Langsung mengajukan permohonan tanpa melakukan penelusuran dapat meningkatkan risiko menghadapi merek yang telah terdaftar atau dimohonkan lebih dahulu.

2. Hanya mencari merek yang identik

Pencarian merek sebaiknya tidak berhenti pada nama yang sama persis. Potensi persamaan pada pokoknya juga perlu dianalisis.

3. Salah memilih kelas

Mendaftarkan merek pada kelas yang tidak sesuai dengan barang atau jasa yang sebenarnya dijalankan dapat membuat perlindungan menjadi kurang optimal.

4. Mengabaikan rencana ekspansi bisnis

Kelas yang dibutuhkan untuk bisnis saat ini belum tentu sama dengan kebutuhan perlindungan ketika bisnis berkembang.

Karena itu, strategi pendaftaran sebaiknya mempertimbangkan model bisnis dan rencana pengembangan usaha.

5. Menganggap penggunaan merek sama dengan pendaftaran merek

Menggunakan suatu nama secara komersial tidak dengan sendirinya memberikan posisi hukum yang sama dengan merek yang telah terdaftar.

Pendaftaran Merek sebagai Bagian dari Strategi Perlindungan Kekayaan Intelektual

Bagi perusahaan dan pelaku usaha, merek sebaiknya dipandang bukan hanya sebagai nama produk, tetapi sebagai aset kekayaan intelektual.

Strategi pendaftaran merek yang tepat dapat dimulai sejak sebelum peluncuran produk atau ekspansi bisnis. Tahap awal tersebut dapat mencakup pemilihan nama, pengecekan merek, analisis kelas barang/jasa, penentuan pemilik merek, hingga penyusunan strategi perlindungan untuk pengembangan bisnis di masa mendatang.

Semakin besar investasi bisnis yang telah dibangun di bawah suatu merek, semakin penting pula memastikan bahwa aspek hukumnya telah dipertimbangkan sejak awal.

Jasa Pendaftaran dan Perlindungan Merek – Dorna Legal

Dorna Legal memberikan layanan hukum di bidang kekayaan intelektual, termasuk pendampingan terkait merek bagi pelaku usaha dan perusahaan.

Layanan dapat mencakup penelusuran dan analisis merek, strategi pendaftaran, penentuan kelas barang dan/atau jasa, pengajuan pendaftaran, penanganan keberatan atau penolakan, serta pendampingan apabila terjadi sengketa merek.

Pendekatan yang tepat dalam perlindungan merek bukan hanya memastikan permohonan diajukan, tetapi juga memastikan bahwa merek tersebut didaftarkan dengan strategi yang sesuai dengan kebutuhan dan arah bisnis.

Konsultasikan kebutuhan perlindungan merek Anda bersama Dorna Legal.